Segera Rilis...
Buku Prosa Karya Muhammad Erysandhi berjudul "PULANG SENDIRI-kupastikan kau baik-baik saja"
Pengantar Jalan Pulang
Pulang punya makna yang berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang bilang, pulang tidak terbatas mengenai tempat. Tetapi juga saat kamu menemukan kenyamanan, ketenangan, dan kebahagiaan. Bagi penulis, “pulang sendiri” mempunyai suasana yang spesial, di mana seseorang akan teraniaya dengan kerusuhan suara di luar juga di dalam pikiran.
Sayangnya, jalan pulang kadang bersimpang. Pilihan untuk pulang dikuatkan oleh orang-orang yang ada dan mau meluangkan waktunya. Makna pulang ke rumah sama saja dengan kembali ke tempat teraman bagi yang menerima. Rumah belum tentu menjadi akhir bagi sebagian orang untuk kembali ke tempat mu sebenarnya. Pulang sendiri adalah ketika kita berjalan tegak menuju rumah. Ia adalah waktu yang membawa ketenangan, introspeksi, dan ketenangan diri. Mendengarkan bisikan hati yang terkadang terabaikan.
Disini penulis mencoba menyelaraskan apa itu kata “pulang”. Seperti ketidakikhlasan yang pulang sendiri atau rasa rindu yang hebat yang tanpa disadari menguatkan langkah menuju rumah. Keegoisan yang dipulangkan ke tempat asalnya.
Seiring berjalan nya waktu kita tak tahu titik pulang yang sebenarnya. Kita hanya berjalan dan terus berjalan meskipun nanti akan sampai ke arah yang tersesat. Kalaupun ternyata dianggap demikian, minimal kita telah sadar ada di posisi itu. Kita ini sedang menuju, bukanlah tersesat. Jika orang-orang tetap menilaimu seperti itu, terima saja. Dunia butuh bahasan untuk membuat penilaian-penilaian.
Namun, jika dalam suatu perjalanan dirasa tersesat, itu adalah sebaik-baiknya perjalanan. Tersesat dan di maki keraguan adalah sebuah momen kesadaran paling inti dalam perjalanan. Dengan menyadari bahwa telah salah jalan, sejati nya itu adalah bagian dari tujuan.
Tunggu aku pulang…
Muhammad Erysandhi