Kini dia datang kembali,
menggauli nurani,
Dengan mengutuk jaman
tanpa kata yang terucap sedikitpun,
Umpamanya seekor lalat yang menjumpai buah busuk dibawah pohon yang rindang nan sejuk.Apakah lalat itu akan menjemput rejekinya nya,
dilihatnya banyak sekawanan benalu di ujung ranting yang jalang.
Sungguh hujan sore ini curang,
ia pun tak lagi menikmati harinya,apakah esok akan lagi didapati buat itu,
desisnya di ujung daun yang besar disebelah pohon itu.Kepada siapa dan untuknya dia berada disini,
dia tidak peduli dengan rasa,
biarpun makhluk besar berkaki dua itu mengatakan
“buah ini pahit,busuk,dan tidak enak”.
Dia pun tetap tidak peduli
Hari harinya berisi hasutan angin dan asap,
Jiwanya dimaki oleh Cuaca yang geram,Apakah dia punya hati,
Tidak tahu!
Dia hanya menjalani hidup sebagaimana mestinya,
Beberapa saat lagi dia akan kembali padanya,
Hari ini kiranya aku sudah lupa dengan kata, Yaitu “terima kasih”.
Tapi esok dan seterusnya aku akan mengatakanya dalam terangkum beribu-ribu terimakasih.
Terima kasih untuk hidup
Muhammad Erysandhi